Kebumen Diprioritaskan! Bupati Lilis dan Kemenkop Cek Langsung Kesiapan Koperasi Merah Putih di Desa


Bupati Kebumen, Lilis Nuryani, bersama Sekretaris Kementerian Koperasi (Kemenkop) Ahmad Zabadi saat meninjau kesiapan pembangunan dan operasional KDMP.(ft ist) 
KEBUMEN, (seputarkebumen.com)-Kabupaten Kebumen menjadi salah satu daerah prioritas nasional dalam pengoperasian Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP). Hal itu ditandai dengan kunjungan langsung Bupati Kebumen, Lilis Nuryani, bersama Sekretaris Kementerian Koperasi (Kemenkop) Ahmad Zabadi untuk meninjau kesiapan pembangunan dan operasional KDMP di sejumlah desa, Sabtu (24/1/2026).

Peninjauan dilakukan di empat titik strategis, yakni Desa Bojongsari dan Karangtanjung di Kecamatan Alian, Desa Tanggulangin di Kecamatan Klirong, serta Desa Karangrejo di Kecamatan Petanahan. Kunjungan ini sekaligus memastikan kesiapan infrastruktur, unit usaha, serta potensi ekonomi yang dikembangkan koperasi desa.

Hingga saat ini, progres pembangunan KDMP di Kabupaten Kebumen telah mencapai 204 unit dari target 460 desa/kelurahan. Salah satu yang menunjukkan perkembangan signifikan adalah KDMP Desa Tanggulangin, dengan progres fisik mencapai 90 persen dan ditargetkan segera rampung dalam waktu dekat.

Sekretaris Kemenkop Ahmad Zabadi menegaskan bahwa Kebumen masuk dalam tahap pertama perencanaan operasional KDMP secara nasional. Pemerintah pusat, lanjutnya, berkomitmen memberikan dukungan penuh, baik dari sisi sarana prasarana maupun permodalan.

“Pemerintah menjamin dukungan fasilitas dan pembiayaan, baik melalui perbankan Himbara maupun skema pembiayaan khusus dari Kementerian Koperasi,” ujar Zabadi.

Ia juga menyoroti potensi besar KDMP Desa Bojongsari yang telah menggerakkan produk unggulan UMKM, seperti jas hujan dan songkok. Bahkan, Kemenkop telah memfasilitasi pertemuan pengelola koperasi dengan LPDB (Lembaga Pengelola Dana Bergulir) untuk memperkuat akses permodalan.

“Di Bojongsari, kami melihat ekosistem usaha yang sudah berjalan dan prospeknya sangat baik,” imbuhnya.

Sementara itu, Bupati Kebumen Lilis Nuryani menyampaikan apresiasi atas dukungan Kemenkop yang dinilai mampu memompa semangat pengurus koperasi di tingkat desa.

“Target kami pada Januari ini, ada 15 titik KDMP yang selesai 100 persen, sehingga manfaatnya bisa segera dirasakan masyarakat sebagai penggerak ekonomi desa,” jelas Bupati Lilis.

Menariknya, meski pembangunan fisik KDMP Desa Bojongsari belum sepenuhnya rampung, aktivitas usaha sudah berjalan aktif. Koperasi ini telah berperan sebagai penyedia bahan baku utama bagi para perajin jas hujan lokal.

Ketua KDMP Bojongsari, Gunadi, mengungkapkan bahwa kebutuhan bahan baku mencapai 150 ribu rol per tahun. Bahkan, pada Desember 2025, nilai transaksi melalui koperasi tersebut menembus Rp1,5 miliar.

“Satu rol bahan PVC bisa menghasilkan sekitar 20 setel jas hujan. Lewat koperasi, para perajin bisa lebih terkoordinasi dan berdaya. Januari ini saja, pesanan melonjak hingga 10 ribu rol karena tingginya permintaan di musim hujan,” ungkap Gunadi.

Sementara itu, KDMP Desa Tanggulangin memfokuskan pengembangan pada sektor pertanian dan perikanan. Ketua KDMP Tanggulangin, Khusnudin, menyatakan pihaknya terbuka untuk menjalin kerja sama lintas daerah.

“Dalam waktu dekat, kami akan menerima kunjungan KDMP dari Kabupaten Brebes untuk penjajakan kerja sama komoditas,” katanya.

Dengan dukungan infrastruktur, inovasi unit usaha, serta sinergi pemerintah pusat dan daerah, KDMP di Kabupaten Kebumen diharapkan mampu menjadi pilar baru penguatan ekonomi kerakyatan sekaligus mendukung suksesnya program strategis nasional berbasis desa.(*)